Dari Limbah ke Solusi: Adjunct Professor WCU UNDIP Ungkap Masa Depan Teknologi Membran Berbasis Circular Economy

Semarang, 18-19 November 2025. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat atmosfer akademik bertaraf internasional melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan Adjunct Professor World Class University (WCU). Kegiatan ini diwujudkan melalui pelaksanaan 1st dan 2nd Guest Lecturer yang menghadirkan akademisi internasional terkemuka dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Prof. Datuk Ir. Ts. Dr. Ahmad Fauzi Ismail, B.Eng., M.Sc., Ph.D.

Rangkaian kegiatan diawali dengan 1st Guest Lecturer bertajuk “From Waste to Wealth: Circular Economy Approaches in Membrane Technology” yang diselenggarakan pada Selasa, 18 November 2025, pukul 13.00-16.00 WIB secara hybrid di Ruang B.3.2, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UNDIP. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, peneliti, serta mahasiswa sarjana dan pascasarjana dengan antusiasme tinggi, baik secara luring maupun daring.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Fauzi Ismail menekankan pentingnya integrasi konsep circular economy dalam pengembangan dan aplikasi teknologi membran. Beliau menjelaskan bagaimana limbah industri dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya bernilai tambah (from waste to wealth), sehingga mampu meningkatkan efisiensi sumber daya, menekan dampak lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Materi ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan global terkait keterbatasan sumber daya dan meningkatnya tekanan terhadap kualitas lingkungan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan 2nd Guest Lecture bertajuk “My Journey in RDICE: A Brief Flashback” pada Rabu, 19 November 2025, pukul 13.00-16.00 WIB, yang dilaksanakan secara luring di Ruang Sidang B.3.2, Departemen Teknik Kimia UNDIP. Pada sesi ini, Prof. Ahmad Fauzi Ismail membagikan refleksi perjalanan panjang riset, inovasi, dan komersialisasi teknologi membran yang telah beliau jalani selama lebih dari dua dekade.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa riset merupakan sebuah passion yang didorong oleh rasa ingin tahu, pemikiran kritis, dan keberanian untuk mengembangkan ide secara mandiri. Prof. Ahmad Fauzi Ismail juga menceritakan perjalanan pendirian dan pengembangan Advanced Membrane Technology Research Centre (AMTEC) di UTM, yang berawal dari Membrane Research Unit (MRU) hingga berkembang menjadi Higher Institution Centre of Excellence (HICoE). Beliau menyoroti pentingnya membangun tim riset yang solid, budaya kolaboratif, serta peran mentoring dalam mencetak peneliti muda yang inovatif dan berdaya saing global.

Selain itu, disampaikan pula berbagai contoh dampak nyata riset teknologi membran terhadap masyarakat dan industri, seperti pengembangan sistem penyediaan air bersih portabel untuk daerah terpencil dan terdampak bencana, serta kolaborasi riset dengan mitra industri strategis, termasuk PETRONAS dan Sime Darby Research. Inovasi-inovasi tersebut telah berhasil dikomersialisasikan dan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

Kedua kegiatan ini turut dihadiri oleh Prof. Ir. Tutuk Djoko Kusworo, S.T., M.T., Ph.D., dosen Departemen Teknik Kimia UNDIP, yang berperan aktif dalam memperkuat diskusi akademik serta mendorong terbukanya peluang kolaborasi riset dan publikasi internasional antara UNDIP dan Universiti Teknologi Malaysia.

Melalui penyelenggaraan rangkaian 1st dan 2nd Guest Lecturer Adjunct Professor WCU ini, Departemen Teknik Kimia UNDIP berharap dapat memperluas wawasan sivitas akademika, meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset, serta memperkuat jejaring kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Diponegoro dalam mendukung pencapaian World Class University yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat global.