PAKAI LIMBAH AMPAS TEBU, MAHASISWA UNDIP INOVASI BIOADSORBEN TERMODIFIKASI UNTUK DEGRADASI TIMBAL (PB)

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”4.16″ global_colors_info=”{}”][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.16″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.16″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” global_colors_info=”{}”]Semarang– Peningkatan pertumbuhan penduduk yang cepat menuntut pendirian industri baru. Salah satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat Timbal (Pb) adalah industri pulp dan kertas. Timbal (Pb) dikenal sebagai tiga besar logam berat paling beracun diikuti oleh Merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd). Di samping itu, ampas tebu merupakan residu berserat yang mengandung gugus fungsi unik sehingga dapat mengikat ion pencemar pada permukaan adsorben. Hanya saja, ampas tebu merupakan limbah yang seringkali terbuang ke lingkungan. Berat ampas tebu yang terbuang ke lingkungan mencapai 34% dari berat totalnya. Tentunya hal ini akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Adsorben harus memiliki luas permukaan yang tinggi dan stabilitas mekanis yang baik agar memiliki kinerja yang cepat dan efisien untuk mengurangi polutan dalam limbah cair. Penggunaan Iron(III) Oxide-Hydroxide (Fe(OH)3) menunjukkan efisiensi adsorben yang tinggi hingga 92,78% untuk menangani logam berat dalam air limbah. Terkait hal-hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berinovasi mengembangkan bioadsorben berbasis limbah ampas tebu yang termodifikasi Iron(III) Oxide-Hydroxide (Fe(OH)3).

“Kami berharap modifikasi bioadsorben dengan Iron(III) Oxide-Hydroxide (Fe(OH)3) yang kami lakukan dapat menggeser penggunaan adsorben komersial karena adsorben ini tidak dapat diperbarui,” ujar Clara seperti dikutip dari laman UNDIP, Kamis (7/9/2023).

Pembuatan bioadsorben termodifikasi dilakukan dengan memanfaatkan limbah ampas tebu yang banyak dijumpai di lingkungan tidak terkecuali di Tembalang, Semarang. Lima mahasiswa UNDIP itu ialah Clara Elvira Lauren, Tiara Zhafirah, Aurellia Livia Hidayat, Panji Harjendra, dan Halilintar Hardani dari Fakultas Teknik Departemen Teknik Kimia. Adapun kelimanya mengembangkan bioabsorben termodifikasi melalui pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta Kemendikbud Ristek. Judulnya ialah Modifikasi Bioadsorben Berbasis Limbah Ampas Tebu dengan Iron(III) Oxide-Hydroxide untuk Degradasi Timbal (Pb) pada Limbah Cair Industri Pulp dan Kertas.

“Kami memanfaatkan peluang dari melimpahnya jumlah limbah ampas tebu untuk menciptakan bioadsorben yang mampu mengatasi permasalahan kandungan logam berat beracun Timbal (Pb) pada limbah,” ujar Tiara seperti dikutip dari laman UNDIP, Kamis (7/9/2023).[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][et_pb_gallery gallery_ids=”6159,6158″ _builder_version=”4.18.0″ _module_preset=”default” global_colors_info=”{}”][/et_pb_gallery][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]